Cinta Tanpa Syarat

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan dan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka. Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

" Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit." Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibunya. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber. Mereka mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"
                            

LOVE A LIKE

L O V E  A  L I K E
733703755_2b2f6484d8
"We need not think alike to love alike." -Francis David

Meet Teddy.
Teddy is one of our family.
He knows more secrets than anyone.
He's smothered with hugs and kisses.
He travels when we travel.

And sometimes.
He needs a bath.
And on those days...
He's missed.
And missed.
And missed...
And to one particular three year old...
It feels like all of eternity for his fur to dry.

And I think he misses her as much as she misses him.

ARE YOU READY?

ARE YOU READY?

Belum (atau nggak) yakin, sih....
Si dia bakal setia, nggak? Apakah kita betah menghabiskan seumur hidup dengannya? Ragu-ragu, sih, sudah biasa dialami semua calon pengantin. Malah ada yang bilang, nggak ada kata siap untuk menikah. Apalagi sekarang banyak banget pasangan yang -kelihatannya- gampang banget bercerai. Maunya, kan, pernikahan kita sekali seumur hidup, jadi nggak mau salah memilih suami.

Tapi kita jadi terus menerus penasaran, siapa tahu ada cowok lain yang lebih keren di luar sana -yang lebih mapan, lebih jangkung, lebih perhatian, lebih asyik.... Belum lagi para mantan dan gebetan zaman dulu tiba-tiba balik lagi 'menggoda'. Kalau iman nggak kuat, bisa 'rontok', deh!

Sebelum berubah pikiran dan membatalkan pernikahan, coba pikir lagi matang-matang. Kalau memang masih belum yakin dengan si dia, bikin kriteria calon suami ideal versi kita. Lalu cocokkan dengan si dia -berapa banyak dia bisa memenuhi kriteria tersebut. Kalau sudah memenuhi 50 persen saja, itu berarti si dia sudah cukup ideal untuk mendampingi kita (nobody's perfect, kan).

Biar tambah yakin, bikin juga prioritas dari daftar kriteria cowok ideal kita itu. Jika si dia ternyata juga memenuhi tiga kriteria teratas, berarti keraguan kita nggak beralasan. CC

Sumber: www.citacinta.com

Dengerin aku, Dooonnggg...!

DENGERIN AKU, DONG....

Contek tip dari CC untuk menghadapi si dia yang 'malas' mendengarkan curhatan kita....

Tas kesayangan yang dipinjam sahabat kita, ternyata kembali dengan noda di sana-sini.  Yang kita sesali, sahabat sudah berjanji agar menjaganya baik-baik saat meminjamnya.  Pas kita mengeluhkan hal ini ke pacar, reaksinya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, "Ya udah, bawa aja ke laundry.  Nanti juga bisa bersih, kok."  Argh... menyebalkan!

Memang pendapat dia ada benarnya juga, sih.  Tanpa perlu mengomel panjang lebar, tas tersebut akan bebas noda setelah dibawa ke binatu.  Hanya saja, 'he doesn't get the point!' Kita lebih mempermasalahkan sahabat yang tidak bisa mempertanggungjawabkan kepercayaan yang sudah kita berikan padanya, daripada tas yang kotor itu.  Nggak nyambung, ya?

Lakukan ini:
Cowok cenderung memandang satu masalah dan penyelesaiannya dengan cara yang praktis.  Dia lebih senang langsung memberikan penyelesaian daripada berlama-lama mendengarkan semua keluh kesah kita.  Sementara, tahu sendirilah, kita kadang-kadang lebih senang cerita tanpa perlu ada solusi.  Yang penting semua unek-unek sudah keluar dan bikin hati lega!

Daripada reaksi si dia salah melulu, mendingan sebelum cerita sama dia, kita beri pengantar terlebih dahulu, "Aku mau curhat, nih, tapi kamu nggak perlu ngasih komentar, ya...."  Dengan begini, dia jadi tahu apa yang kita inginkan dan bisa memenuhinya tanpa perlu adu mulut.  Dia jadi nggak bingung kenapa kita ngambek setelah dia memberikan jawaban atas persoalan kita. 

Tentu saja kita juga tidak bisa mengharapkan si dia bakal langsung pintar dan memahami apa yang kita inginkan. Terutama karena biasanya, nih, cowok nggak bisa konsentrasi lama-lama di satu titik.  Sebisa mungkin jaga kontak mata saat berbicara dengannya, misalnya pas makan malam dengannya.   Curhat saat jalan-jalan di mall, bisa dipastikan dia nggak bakal menyimak kita!
CC

Sumber: www.citacinta.com

Is He The One..?

IS HE THE ONE?

Yakin, nih, si dia adalah orang yang tepat buat kita?

Chemistry Cinta
Boleh jadi kita dan si dia tampak serasi saat difoto. Atau kita bangga banget karena punya kesamaan hobi yang bikin kita berdua kompak selalu. Tapi, itu belum jaminan kita dan si dia bakal berjodoh, tuh. Tetap perlu chemistry biar hubungan tetap mesra dan nggak membosankan. Coba cek, kita dan si dia punya chemistry itu, nggak?

Percaya & jujur
Jika kita dan si dia sudah saling jujur dan percaya, nggak bakal ada kebohongan dan kecurigaan yang bisa bikin hubungan kacau. Mulai dari hal besar seperti kita percaya si dia nggak bakal macam-macam saat mantannya mengajak ketemu, hingga si dia percaya kita bisa memilih baju yang tepat untuk hari pertamanya di kantor baru.

Fun factor
Nggak perlu si dia bisa selucu Aming setiap saat, yang penting waktu yang dihabiskan bersamanya bisa menyenangkan. Termasuk saat melakukan hal yang nyebelin seperti antre tiket kereta berjam-jam saat mudik atau menyelesaikan tugas kuliah menumpuk.

Saling menghargai
Nggak ada orang yang sempurna, tapi pasangan yang oke biasanya, nih, selalu menghargai 'prestasi' pacarnya -sekecil apapun itu. Mulai dari memuji keterampilan kita membungkus kado, hingga mengagumi tulisan tangan kita yang rapi. Penghargaan kecil itu bisa bikin kita dan si dia merasa beruntung memiliki satu sama lain.
CC

Sumber: www.citacinta.com

http://img169.imageshack.us/img169/9238/571hi3.jpg

Ps: Untuk seseorang yang memberikan separuh
sayapnya untukku....

Thank you 4 loving me....

Sebuah renungan untuk yang masih single maupun yang sudah married...

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mngembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama di antara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang Prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya! , "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai Seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak oleh nya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi. "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan! , jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik Dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni",

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choose Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar (setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia Milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Di luar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, "cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik di antara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya di atas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia..

Ada saat mempertahankan.. ada saat melepaskan...

Saya dapat postingan ini dari seorang teman.. semoga bermanfaat.. :D

Ada hal2 yang tdk ingin kita lepaskan dari orang2 yang tdk ingin kita tinggalkan... Tapi, ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari, bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya... Kita tidak ingin melepaskan seseorang, ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu. Kita tidak ingin melepaskan seseorang, ketika kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain. Kita tidak ingin melepaskan seseorang, ketika merasa takut tidak dapat menemukan yang seperti dia. Kita tidak ingin melepaskan seseorang, ketika begitu banyak saat2 indah senantiasa terbayang di benak kita. Kita tidak ingin melepaskan seseorang, ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru... Kita harus melepaskan seseorang, karena kebahagiaan kita tidak tergantung padanya. Kita harus melepaskan seseorang, karena kita menyadari yang ganteng, yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita. Kita harus melepaskan seseorang, karena kita tahu jika Tuhan mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Kita harus melepaskan seseorang, ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu. Kita harus melepaskan seseorang, karena kepala kita berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".

Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa- apa... Namun, itu berarti Anda telah memahami sesuatu...! Segala sesuatu ada waktunya. Ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...

Syair Renungan..

Saya mendapatkan syair ini dari seorang teman.. Semoga bermanfaat.. :)

Syair renungan
Untuk wanita (Istri)
Karya : Enggar Tri W


Pernikahan atau Perkawinan
Membuka tabir rahasia

Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad saw
Tidaklah setaqwa Ibrahim as
Pun tidak setabah Ayub as
Atau segagah Musa as
Apalagi setampan Yusuf as

Justru suamimu hanyalah Pria akhir zaman
Yang punya cita-cita Membangun keturunan yang sholeh

Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya

Suami adalah nahkoda kapal, Kamu navigatornya

Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya

Saat suami menjadi raja, Kamu menikmati anggur singgasananya,

Ketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya

Seandainya suami masinis yang Lancang, Sabarlah memperingatinya

Pernikahan atau perkawinan mengajar
Kita perlu iman dan taqwa
Untuk mengajar meneliti sabar dan ridha
Allah swt karena memiliki suami
Yang tak segagah mana, justru kamu
Akan tersentak alpa

Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar Yang begitu setia dalam sengsara

Cuma wanita akhir zaman
Yang berusaha menjadi shalehah….
Amien.



Syair renungan
Untuk pria (SUAMI)
Karya : Enggar Tri W.


Pernikahan atau Perkawinan
Membuka Tabir Rahasia

Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah ra.
Tidaklah setaqwa Aisyah ra
Pun tidak setabah Fatimah ra

Justru istrimu hanyalah
Wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita
Menjadi shalehah.

Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya

Istri ladang tanaman, Kamu gembalanya

Istri hiasan ternak, kamu gembalanya

Istri adalah murid, kamu mursyidnya

Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya

Saat istri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya

Seketika istri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,

Seandainya istri tulang yang bengkok, Berhentilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Menginsyafkan kita perlu
Iman dan taqwa
Untuk belajar meniti
Sabar dan ridha
Allah swt karena memiliki istri
Yang tak sehebat mana, justru kamu
akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Rasulullah saw
pun bukanlah Ali Karamallahu Wajhah

Cuma pria akhir zaman
Yang berusaha menjadi shaleh
Amien,

Belahan Jiwa, Jodoh ataukah Teman Hidup...?

Dari diskusi dengan beberapa orang temen.. Aku jadi sempat bertanya pada diriku... Apa sih yang sebenarnya kita (4 this case "aku" :p) cari dalam hidup ini?

Apakah aku tetap akan keukeuh mencari "BELAHAN JIWAKU" seperti yang pernah aku bilang di tulisan2 yang kutulis di BLOG ku yang kemarin? Kalo ya.. sampe kapan..? Apakah ada tanda-tanda tertentu bahwa ia adalah bener2 belahan jiwaku?? Bagaimana aku bisa yakin ngga akan salah orang?

Ketika memang aku menemukan Belahan JIwa... apakah dia akan menjadi jodoh aku...? Bagaimana pula aku bisa yakin dia jodoh aku...?

Apakah jodoh aku itu bener2 orang yang nantinya aku nikahi? Bagaimana aku bisa yakin itu adalah dia..? Bukan mantan-mantanku? ato bukan orang yang aku bahkan belum kenal sebelumnya???

Seandainya pun.. orang yang sudah menikah akhirnya benar2 berjodoh? Berapa lama mereka akan bertahan? Bagaimana dengan mereka yang telah menikah dan bercerai? Apa bedanya dengan orang yang pacaran.. putus.. lalu bilang bahwa alasan mereka putus (salah satunya) adalah "mereka belum berjodoh" ???? Jadi.. orang yang menikah belum tentu berjodoh ya..?

SO... Sekarang pertanyaannya adalah

APAKAH ADA MANUSIA YANG BENER2 YAKIN BAHWA ORANG YANG ADA DI SAMPINGNYA SEKARANG MEMANG BENER2 JODOHNYA???

Apa yang harus kita lakukan sekarang..? Apakah sebaiknya kita mulai berpikir untuk merubah doa...?

mengutip dari blog tetangga... "dulu aku berdoa untuk dapat hidup dengan orang yang aku cintai.. namun sekarang.. kurubah doaku agar aku dapat mencintai orang2 yang hidup bersamaku..."

Doa yang bagus.. punya makna yang dalam... :D

Tapi, aku punya pendapat sendiri... Jodoh, rejeki dan mati ada di tangan Allah.. Ngga pernah ada yang tahu "semua rahasia itu". Manusia hanya bisa 'pasrah' dan tak lupa untuk tetap berdoa dan berusaha... ")

Daripada berpikir tiada henti apakah selama ini kita telah benar2 mendapatkan jodoh kita.. ataukah hubungan ini hanya bersifat sementara? hingga kita hanya menunggu waktu kapan hubungan ini akan berakhir..? Memulai untuk mencari orang baru.. mengenal dari awal.. mulai lagi PDKT.. mulai lagi belajar mengenal sifat dan karakternya.. Hmmm.. sampai kapannnn??? :p

Mungkin aku tak lagi seperti dulu..

Untuk saat ini, aku mungkin tidak ingin berpikir untuk mengejar dan berusaha mendapatkan BELAHAN JIWAKU (lagi)... Doaku pun kini hanya sederhana.. "Semoga aku bisa menemukan TEMAN HIDUP-ku.. seseorang yang akan ada untukku.. (semoga akupun bisa ada untuknya), saling mengisi.. hidup bersamaku.. menemani hari2ku.. berbagi bersama.. dan membuatku merasa nyaman.."

YUP.. TEMAN HIDUP... Rasanya lebih masuk akal daripada mencari belahan jiwa.. (yang aku bahkan tidak tahu alat ukurnya!!! ;p) atau JODOH... :D

Bagaimana denganmu..?

Lelaki Sejati...

Seorang anak bertanya pada Ibunya,
bagaimana memilih lelaki sejati ?
Bunda menjawab,

Nak...
Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang
di sekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya
yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan
kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi
muda bangsa...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia dihormati di tempat
bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati
di dalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami
persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya
yang bidang,
tetapi dari hati yang ada di balik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanita yang
dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah
barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku
kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa
yang ia baca...

Laki-laki Sejati juga bukan dilihat dari materi,
pekerjaan, karir dan jabatannya tetapi dari
ketulusan hati......

Jadi, para WANITA... sudahkan anda mendaptkan LELAKI SEJATI itu..?
Dan para PRIA... Semoga engkau menjadi.. SEORANG LELAKI SEJATI.. :)

Sebuah Penggalan Doa...

Seorang sahabat mengirimkan penggalan doa indah ini..

Apa kalian juga memiliki doa yang sama..?

Rabbie...
Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi
bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari
segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di
hatinya setelah Engkau dan Muhammad
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri,
tapi juga untuk-Mu dan orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh
mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada
pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk
apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak
hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi juga
menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku tetapi juga
dapat menasehatiku

Seseorang yang mencintaiku bukan karena
fisikku,
hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku
dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa berarti ketika
aku berada di sisinya

Tuhanku
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di
mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk
mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia
Muhammad SAW,
Tidak setaqwa Abu Bakar,
Pun tidak setampan Ali,
Ataupun segagah Umar
Apalagi sekaya Utsman.
Aku hanyalah seorang wanita akhir zaman yang
punya citacita
Berusaha mengikuti mereka, membangun
keturunan yang sholeh dan sholehah
Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah
bangga di akhirat

Karena aku sadar aku bukanlah manusia mulia
Tuhanku
Semulia Ummu Sulaim,
Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah,
Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar Asma
Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik Zainab
Aku hanya mengharap seorang pria akhir zaman,
Yang punya citacita mengikuti jejak mereka,
Menjadi sholeh, menjadi ainul mardhiyah

Aku juga meminta,
Jadikan dia pelindung bagiku
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintaiNya dengan
sepenuh jiwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku
datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu
berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat
melihat banyak dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata
bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat

Bunga mawar tak mekar dalam semalam,
namun bisa layu dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun
bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan
sesaat,
namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah
perjalanan.
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah suatu saat pernikahan kami
sebagai titian
Untuk belajar kesabaran dan ridho-Mu, ya Rabb

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku
berharap kami berdua dapat mengatakan : "Betapa
Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan
kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku
menjadi sempurna."


Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada
waktu yang telah Engkau tentukan

Mlati Krajan, akhir tahun 2004
Subhanallah., (Syaheed Agung)

Amin..Semoga 'KAU' lah lelaki yang aku harapkan
disemua jalan yg telah, sedang dan akan aku jalani
di dunia dan akhirat...
Semoga di sisimu aku bisa merasa ketenangan dan
keindahan didunia..dan di akhirat..

- Amin Ya Rabbal Alamin -

Walk With Me

Walk with me, the path of life,
to explore every bend of the road
Enjoy with me the beauty of life,
along its wonderful way

Find comfort with me, in each other's arms,
when grief crosses our path
Find strength with me, in each other's strength,
when despair lies in wait

Laugh with me, a single true laugh,
to enlighten another's distress
Cry with me, a single true tear,
to understand true happiness

Cherish with me, the wonders of life,
as they need to be preserved
Rejoice with me, in the mysteries,
of what is yet to be

Find peace with me, in each other's souls,
when the world has gone insane
Find love with me, in each other's hearts,
until this life has been fulfilled

Sekaranglah Waktunya...

Jika ingin kau tunjukkan cintamu
Tunjukkanlah selagi kuada
Perasaanmu yang lembut dan manis
Yang timbul dari rasa kasih yang tulus
Cintailah aku selagi aku hidup
Jangan tunggu sampai kutiada,
Baru kau pahatkan kata-kata indah
di batu nisan yang dingin
Sekiranya terlintas dalam benakmu sesuatu yang
indah tentangku... katakanlah itu padaku sekarang
Jangan tunggu hingga kuterlelap
Sebab kematian mungkin memisahkan kita dan
Tak akan dapat lagi kumendengarmu
Jika kau mencintaiku, walaupun sedikit saja
Tunjukkanlah itu selagi kuhidup
Sehingga boleh kusimpan cintamu dalam hatiku...

Belahan Jiwa.. (versi gw.. ;D)

BELAHAn Jiwa… J

Aku selalu punya keinginan.. bisa dapet cowok yang bener-bener ngertiin aku sepenuhnya… yang bener-bener belahan jiwa aku.. yang merupakan kembaran aku… yang mirip aku… Cuma dia cowok.. hehe..

Mustahil ngga sih…??

Aku selalu berpikir bahwa belahan jiwa itu bener-bener ada.. Aku bener-bener yakin bahwa hati kita berdua (pastinya aku dan belahan jiwaku dong… siapa lagi ??! J) bener-bener terbelah.. dan bakalan sempurna seandainya kita menyatu…

Kamu pengen tahu apa gambaranku tentang “Mr Perfect”ku ??

Aku kepengen banget bisa bener-bener “klik” sama dia dalam segala hal… nyambung kalo ngobrol… Dia bener-bener bisa mahamin aku “apa adanya diriku”… ngga akan pernah nyakitin aku… karena kalo aku sakit, dia juga sakit… (sebagaimana gambaranku tentang belahan jiwa itu tadi… Ngerti ngga maksudku ??!!)

Jadi begini, aku selalu punya pendapat kalo belahan jiwa itu sebenarnya adalah satu hati yang terbelah… Dan Tuhan memang menciptakan kedua hati itu untuk saling mencari belahannya sendiri… sehingga ketika mereka bener-bener mendapatkan belahan tersebut.. hidup mereka akan bener-bener klop sebagai satu kesatuan… Asyik ngga ?? hehe…

Oya masalah kalo aku sakit dan dia juga sakit… gini..

Aku mikirnya… berdasarkan teori anak kembar… Pernah denger ngga? kalo ada anak kembar yang sakit.. maka kembarannya juga ikut sakit ??

Nah, aku punya teori lagi… anak kembar itu

kan

“sehati” jadi.. saking nyambungnya… mereka bisa ngerasain apa yang dirasain oleh kembarannya itu walau mereka berada di dua tempat yang berbeda… Aku juga menganggap belahan hati juga seperti itu… Bisa ngerasain apa yang dirasain “pasangan”nya walau mereka berada di dua tempat yang berbeda… hehe… agak norak sih.. tapi siapa tahu teoriku ini bener… hehe…

Aku juga punya gambaran… kalo orang yang merupakan belahan jiwa itu bener-bener bisa jadi dirinya sendiri…. Ngga pake jaim.. hehe..

Trus... dengan teori belahan jiwa itu tadi... mereka berdua (kalo dalam kasusku.. aku dan pasanganku..) ngga bakalan jadi posesif dan takut kehilangan... Dengan begitu, mereka ngga akan “mengekang” dan lebih percaya sama pasangannya...

Karena mereka yakin “there’s something about her/him” yang cuma ada di dirinya dan dipahami sama pasangannya... sehingga mereka “yakin” pasangannya akan tetap setia padanya…

Asyik kan?

Kalo menurut kamu sendiri gimana ?

Percaya ngga kalo cinta itu muter-muter ?

0106rsbee

Jadi gini...

Di antara kita semua pasti ada yang pernah ngerasain yah minimal "suka" lah sama seseorang.. Kita kepengen banget bisa bareng ama orang itu.. (kalo jadian malah lebih bagus lagi.. ;p). Tapi.. ternyata orang itu suka sama orang lain!

Trus... kalo kita liat dari sudut pandang "orang yang kita suka tadi", ternyata... orang yang dia suka juga 'ngejar' orang yang laen lagiii... ;p. Jadi gampangnya kita gambarkan gini aja...

Dedy naksir Ani... Ani naksir sama Budi.. Trus.. Budi naksir Citra.. Citra naksir orang lain... dst. Dan bahkan mungkin.. Citra justru naksir Dedy.. :)

So yang terjadi adalah mereka "kejar-kejaran" dan bikin lingkaran cinta yang muter2.. Hehe.. :)

SEkarang.. Gimana jika masing-masing dari mereka berhenti untuk mengejar, dan mencoba untuk "memberi kesempatan" pada orang yang 'ngejar' mereka..

HAsILnya???

Mereka tetep kejar2an... Cuma arahnya aja yang beda..

Jadi Dedy ngasih kesempatan sama Citra.. padahal Citra juga ngasih kesempatan sama Budi.. Trus Budi rela nungguin Ani.. dst.. hehe.. ;p.

Jadi, percaya ngga kalo cinta itu muter-muter...? ;D